Rabu, 22 Desember 2010

Almost 6 Years

Hey its almost 6 years...
And it seems like I've got nothin'
I'm the stubborn one that I'm not believe all of my pain is the useless one

Shit, I think I'm the stupid one

Jumat, 26 November 2010

Boundary Park With Yellow Flash In Light

Like a butterfly, I fly away freely where ever I want. I released my own pain that I've hold in a long time there. But you know, when I've almost released there's came another pain. It comes from my "friends" that I've always waiting. She's desperate, it looks from her eyes. The stars aren't shine anymore, and it looks so pale.

"Hey, I'm here, if you feel a pain just share it to me"

I just wanna say that sentence, but it stuck on my tongue. Here it goes, I didn't say anything. I just remember the place that I can release my pain, a boundary park with yellow flash in light.I can see a fallen leaves there, hear the water waves.

But, can I restart my hope again?

Jumat, 15 Oktober 2010

Save The World !!!

Whoaaaa I think this year gonna be a year with rainy season!
There's no dry season for this year, and I think its because global warming...
What should I do if next year was full of dry season?
Hey its time for us to save this world, we want live in better situation, isn't it?
I will start using bicycle, and you should also
Lets save our world, starts from today

Sabtu, 09 Oktober 2010

23.10 pm

I remember I woke up in 23.10 pm last night, but I feel kinda strange in this clock. Ohh I remember, its october, and that clock show me the dates of my birthday. But, hey I feel so sleepy again after remember this. Because I remember another facts about that dates. I never feel somethin' special on that day. Because no one ever remember this in their memory. Its just like being forgotten. Its hard to admit, that I wanna be the special one on that day, but it never happen. Hahaha I'm just laughing when I remember this. I feel that day never be special by the others, includes me. I feel that day as same as another day, never being special. At the first time I feel this day wasn't special maybe its hurts, but now I feel it isn't hurts, because there's nothing special on that day. Maybe its too much pain I feel this alone and I don't know I could share with who. But I never hate this situation. 

Why do I need feel this special but the others not?

Hahahaha I'm just laughing when I remember this day
I hope someday I can find the cure of my wounds on my heart
I'm sleepy now, I just wanna sleep again
bye...

Kamis, 22 Juli 2010

Peri Kecil dan Edelweiss

Perjalanan dimulai ketika aku melangkahkan kaki di sebuah taman yang indah, di sebuah kaki gunung. Aku melangkah mengikuti arus angin, yang membisikan sebuah takdir, seakan bercerita padaku. Yaaa, mungkin hanya imajinasiku saja, tapi dia menenangkan ku ketika aku mulai terjatuh. Terjatuh, tak kuasa menahan pedihnya kenyataan, hingga sebenarnya aku lupa bagaimana rasa pedih, bagaimana rasa sakit, bagaimana rasanya memulai semua dari awal tanpa ada yang membantu ku berdiri ketika aku terjatuh.

Mengingatkanku pada dirinya, seorang peri kecil yang sempat hinggap di tanganku. Dan, seketika peri itu menyembuhkan luka lama ku, yang kurasa tidak akan pernah sembuh. Aku pun merasakan betapa indahnya kepakan sayap peri itu, melihat senyum lugunya, dan aku pun sempat menenangkan tangisnya. Baru pertama kali aku pernah merasakan indahnya bahagia, senang, tertawa, ketika sedang bersama peri kecil itu. Lantunan melodi terdengar mengayunkan langkahku untuk ingin selalu bersamanya.

Dahulu kala, aku tak pernah percaya akan cinta dan kasih sayang, karena kurasa itu tak pernah ada, itu adalah hal yang mustahil aku dapat dan aku rasa. Seketika peri itu hinggap aku mulai mempercayainya, dan mulai belajar untuk melakukannya.

Tapi kini peri itu pergi, hinggap di pundak seseorang yang tidak aku kenal, seseorang yang jauh lebih baik dariku. Kini ku kembali ke sudut pandang lama ku, bahwa kasih sayang dan cinta itu memang tidak ada, hanya untukku tidak ada. Seketika luka lama ku terbuka kembali, dan menyisakan luka yang lebih dalam, lebih sakit, lebih perih. Kuamati peri itu pun menghabiskan senyum dan tawanya bersama orang itu diluar sana. Menyembuhkan lukanya, dan terbang pergi bersamanya.

Kini kuamati taman bunga edelweiss di kaki gunung, ku terbaring di rumput hijau dan mengamati indahnya langit biru dan awan putih. Sungguh hari yang cerah, hari yang indah. Aku tarik nafas dalam dalam, dan mengeluarkan nafas panjang. Ingin ku hembuskan masalah yang menghadapiku, kehilangan satu-satunya harapan untuk menyembuhkan luka ku, menghangatkanku, tempatku bersandar dan bercerita. Semua ternyata hanya sesebentar ini, tidak abadi seperti bunga edelweiss disamping kepalaku yang sedang bersandar, yang mekar sepanjang hidupnya, mewangi dan mendominasi taman yang ada di kaki gunung ini. Mahkota indahnya beranalogikan putih yang suci, dan membersihkan luka hingga sembuh. Kulihat peri itu hinggap di bunga edelweiss, dan melambaikan tangannya mengucapkan perpisahan.

Yaaa, ternyata kasih hati peri itu abadi bagai edelweiss, tapi mungkin bukan untukku. Aku ingin kembali pulang dari taman ini, kembali ke habitatku, sudut gelap kamar. Merenung bahwa aku tak akan pernah bisa memetik sesuatu yang abadi bagai edelweiss. Kini bertambah luka baru ketika lebah menyengat dan terbang pergi. Mirip seperti peri kecilku, terbang pergi jauh bersamanya entah kemana. Meninggalkan luka bekas harap dan asa. memutuskan logika dan menggelapkan mata. Aku ingin percaya lagi harapan, tapi aku buta. Walau gelap malam mulai datang dan lampu taman mulai bersinar, aku tetap tak bisa temukan jalan pulangku.

Aku ingin peri kecilku kembali, menghapus luka dan menyinarkan cahaya mata indahnya. Aku terbelalak sesekali ketika menyadari bahwa itu hanya sementara. Kantung mataku mulai penuh, menghambat keluarnya air mata yang merindukan bahagia. Aku ingin dewasa dan aku ingin kuat, tapi aku tak sanggup berdiri ketika aku terjatuh seperti ini. Sesekali kututup mataku, dan berdoa semoga dia bisa kembali.

Jumat, 16 Juli 2010

Buta

Aku lupa, betapa butanya aku ini. Semua karena memang aku tak pernah merasakan hangatnya senyum salam sapa di pagi hari. Aku buta, tidak bisa bedakan indah dan pedih. Aku buta, karena aku terlalu menyimpan angan tak berguna. Aku buta, karena aku selalu seperti ini, hanya bisa menyesal dan menarik nafas panjang. Aku buta karena aku butuh...

Ketika orang luar berpendapat bahwa aku ini salah langkah, aku terus melaju mengejar sesuatu yang aku rasa terlalu sakit untuk dikejar. Aku lupa, bahwa aku tidak bisa berpikir jernih. Semoga ini hanya pengecualian.

Mungkin aku tau, suatu hari nanti aku bisa memiliki apa yang aku butuhkan, tapi entah hari itu akan datang atau tidak, aku hanya bisa berharap.

Kau berubah, tapi tetap kukejar, semua karena aku buta. Aku buta karena aku butuh. Aku buta, kau sudah pergi dan berubah semenjak hari itu.

Bangku taman tempatku mengeluh pun sudah bosan menerima ku

Ya Tuhan, tolong lembutkan hatinya untuk menyayangiku...
Amin
Terima kasih Tuhan

Kamis, 08 Juli 2010

Titik Terang Ilusi

Semua berawal ketika matahari yang tenggelam mulai meredupkan sinarnya
Terlalu lama tenggelam dan tindak pernah memunculkan sinarnya lagi
Ibarat asa mencari nyata
Beranalogikan pemikiran skeptikal yang melawan arus
Seketika itu pun titik terang muncul
Dan aku mulai berharap bahwa itu adalah matahari baru
Pagi yang baru, dan hari yang baru
Dan ketika titik terang itu mulai meninggi
Menceritakan asa yang mulai tumbuh
Seperti bunga yang hendak memekarkan wangi dan indah mahkotanya
Ternyata yang kulihat hanya sebuah titik terang ilusi
Peri peri pun berterbangan kesana kemari memudarkan titik terang tersebut
Ilusi, ya mungkin hanya ilusi


Tak kusangka, harus kuterima kenyataan pahit ini