Senin, 21 Desember 2009
Its The End of December, the 5th years "I Love You"
I just can say I miss you, but it seems like "useless word" I only can say
December 11th, you makes some birthday gift to your boyfriend, and I said "I'm glad to hear that" but believe me I'm lying
yes I know you are the best for him
and I know he is the best for you
so what will I get with being love you?
I just can say "I hate myself", cause I can't forget you
you even didn't answer my call last night
maybe I'm not your something "important anymore"
yes, maybe we can only being friends, not more but can be less
please just answer my call
I miss you so bad, "queen of heaven light"
Selasa, 01 Desember 2009
Mati Rasa
Cerita ini berawal dari kisah hidupku yang mulai egois melangkah. Semua ini karena sesak deritaku yang tak terkendali. Semua seakan mati rasa. Aku tak bisa bedakan bahagia dan derita. Menyesak menusuk, tapi tak terasa menyakitkan lagi karena mungkin aku sudah terbiasa. Mungkin memang, aku mulai melangkah sedikit demi sedikit melupakan masa laluku yang sangat pahit, walaupun keadaan kini sebenarnya sama pahitnya. Yang kurasa kini hanya hampa. Tetap stagnasi, membuatku kini berpijak di tempat yang sama dengan tempatku berdiri dulu.
Aku iri
Aku menyesal
Aku mengaku kalah
Ya, aku iri. Semua orang disekelilingku memiliki mataharinya sendiri. Matahari yang selalu menerangkan isi hatinya, menenangkan gundahnya, menuntun jalan hidupnya, dan berjuang bersamanya. Semua peluh, kesal, lelah, dapat dicurahkan dan dijadikan motivasi harapan.
Ya, aku menyesal. Semua mimpiku selalu sia-sia. Tidak seperti orang disekelilingku yang selalu mendapatkan mimpi dan angannya walaupun butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan mimpi itu. Sedangkan aku, aku jauh lebih lama memiliki mimpi, tapi mimpi itu tak kunjung tiba. Kini ku hanya mendapatkan iba. Aku memang sebuah kartu mati bagi orang lain.
Ya, aku mengaku kalah. Aku tak sanggup lagi menahan ini sendiri.
Sesak...
Rapuh...
Memudar...
Letih...
Mati rasa...